MEMBANDINGKAN KECEPATAN PULIH SADAR PADA TEKNIK COMBINED INHALATION DAN TOTAL INTRAVENOUS ANESTHESIA

Authors

  • Fikri Mourly Wahyudi Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhakti Kencana, Indonesia Author
  • Tiara Salisa Fatiha Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhakti Kencana, Indonesia Author
  • Rachwan Herawan Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhakti Kencana, Indonesia Author

Keywords:

Pemulihan pascaanestesi, anestesi inhalasi kombinasi, Total intravenous anesthesia, pulih sadar, parameter tanda vital

Abstract

Pemulihan kesadaran pascaanestesi merupakan fase kritis yang menentukan keselamatan dan stabilitas pasien setelah pembedahan. Teknik anestesi umum seperti combined inhalation dan total intravenous anesthesia memiliki perbedaan mekanisme farmakokinetik yang dapat memengaruhi proses pemulihan kesadaran dan parameter fisiologis pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan tingkat kesadaran serta parameter vital pasien (MAP, SpO₂, dan RR) pascaanestesi dengan teknik combined inhalation dan TIVA di RS X Provinsi Jawa Barat. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 36 pasien yang dibagi menjadi dua kelompok (masing-masing 18 pasien). Observasi dilakukan selama 10 menit sebagai titik potong rerata lama tinggal pasien di ruang pemulihan. Pada kelompok combined inhalation, titik nol observasi dimulai saat penghentian sevoflurane, sedangkan pada kelompok TIVA ditandai dengan akhir pemberian propofol; titik akhir keduanya ditentukan saat pasien menunjukkan respon terhadap nyeri dan mencapai kondisi alert di ruang PACU. Data kesadaran dan parameter vital dianalisis menggunakan uji Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna pada MAP, RR, dan SpO₂ antara kedua kelompok (p>0,05). Meskipun demikian, pasien pada kelompok TIVA menunjukkan kecenderungan pulih sadar lebih cepat pada fase awal pascaanestesi dibandingkan kelompok combined inhalation. Temuan ini penting bagi penata anestesi dan mahasiswa keperawatan anestesiologi dalam memahami karakteristik pemulihan tiap teknik anestesi guna meningkatkan keselamatan, efisiensi pelayanan, dan kualitas pemantauan pasien secara menyeluruh.

Downloads

Published

2026-04-04