Biosintesis Nanopartikel Perak Dengan Ekstrak Daun Lintut (Strobilanthes kalimantanensis) dan Uji Aktivitas Antioksidannya

Authors

  • Wisnu Cahyo Prabowo Universitas Mulawarman Author
  • Sri Widyastuti Universitas Mulawarman Author
  • Viriyanata Wijaya Universitas Mulawarman Author
  • Nisa Naspiah Universitas Mulawarman Author
  • Nanda Putri Ramadhani Universitas Mulawarman Author

Keywords:

Antioksidan , Ekstrak Daun Lintut, Nanopartikel perak

Abstract

Nanoteknologi berkembang pesat, menghasilkan nanopartikel perak (AgNPs) yang berukuran 1–100 nm. Di dunia medis, AgNPs telah digunakan dalam patch luka, pembalut luka, atau gel karena aktivitas antimikroba kuatnya yang mencegah infeksi. Namun, tantangan lain dalam penyembuhan luka adalah kadar ROS (Reactive Oxygen Species) berlebih yang merusak jaringan, memperlambat penyembuhan, dan memperburuk kondisi luka. Penelitian ini bertujuan untuk menyintesis nanopartikel perak (AgNPs) menggunakan metode green synthesis dengan memanfaatkan ekstrak daun lintut (Strobilanthes kalimantanensis) sebagai agen pereduksi (bioreduktor) dan agen penstabil (capping agent) yang diharapkan dapat meningkatkan aktivitas antioksidan nanopartikel perak. Proses sintesis dilakukan dengan mereaksikan ekstrak daun lintut dengan larutan perak nitrat (AgNO3). Terbentuknya AgNPs dikonfirmasi secara visual melalui perubahan warna larutan dari bening menjadi cokelat kemerahan, yang menandakan terjadinya resonansi plasmon permukaan (Surface Plasmon Resonance). Karakterisasi fisik dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis yang menunjukkan adanya puncak serapan maksimum pada panjang gelombang tertentu yang khas untuk nanopartikel perak. Karakterisasi kimia menggunakan instrumen FTIR menunjukkan adanya pergeseran dan hilangnya beberapa gugus fungsi setelah reaksi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak daun lintut efektif digunakan dalam biosintesis nanopartikel perak yang stabil. Beserta uji aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan perubahan warna menjadi merah kecoklatan pada hasil reaksi nanopartikel perak serta  panjang gelombang maksimum perak sebesar 430 nm. Hasil analisis FTIR juga menunjukkan adanya gugus hidroksil, alkana, alkena dan karboksil pada nanopartikel perak. Serta hasil uji antioksidan nanopartikel perak yakni IC50 sebesar 36,8 ppm yang menandakan antioksidan sangat kuat dan lebih tinggi apabila dibandingkan dengan ekstrak yang nilai IC50 nya yakni 44,7 ppm.

Downloads

Published

2026-04-04