PERBEDAAN EFEKTIVITAS POSISI HEAD UP 30° DAN 45° SAAT TINDAKAN SUCTION TERHADAP SATURASI OKSIGEN PASIEN STROKE
Abstract
Stroke merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia dan sering disertai gangguan pernafasan akibat penurunan kesadaran atau kelemahan otot pernapasan. Kondisi ini memicu akumulasi sekret yang menghambat difusi oksigen dan perlu tindakan suction. Salah satu intervensi sederhana yaitu posisi head up diketahui dapat memperbaiki oksigenasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas antara posisi head-up 30° dan 45° pada saat dilakukan tindakan suction terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien stroke di ICU RSUD Majalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan pretest-posttest two group design. Analisa data menggunakan uji Independent T-Test untuk menganalisis perbedaan efektivitas antar kelompok dengan tingkat signifikan p<0,05. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang diambil menggunakan teknik accidental sampling dan dibagi ke dalam dua kelompok intervensi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan pulse oximeter untuk mengukur SpO₂ sebelum dan sesudah tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi head-up 30° meningkatkan saturasi oksigen dari rerata 93,33% menjadi 97,60% (kenaikan 4,3%). Sementara itu, posisi head-up 45° meningkatkan saturasi oksigen dari rerata 93,53% menjadi 95,93% (kenaikan 2,4%). Uji statistik menunjukkan adanya perbedaan efektivitas yang signifikan antara kedua posisi tersebut dengan nilai p-value 0,024 (< 0,05), posisi head-up 30° lebih efektif dibandingkan posisi 45° dalam meningkatkan saturasi oksigen pada pasien stroke selama tindakan suction. Keunggulan posisi 30° disebabkan oleh optimalisasi ekspansi paru melalui pengurangan tekanan organ abdomen terhadap diafragma tanpa memicu ketidakstabilan hemodinamik atau kelelahan otot napas akibat gaya gravitasi yang berlebih. Disarankan bagi rumah sakit untuk menerapkan posisi head-up 30° sebagai standar operasional prosedur saat melakukan suction guna menjaga stabilitas oksigenasi pasien.

