Hubungan Faktor Risiko Ibu Dengan Kejadian Persalinan Prematur Di RSUD Dr. Slamet Garut Tahun 2024-2025

Authors

  • Dyah Ayu Fitriani Program Studi Sarjana Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhakti Kencana, Bandung, Indonesia Author
  • Sakila Bilkis Program Studi Sarjana Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhakti Kencana, Bandung, Indonesia Author
  • Linda Rofiasari Program Studi Sarjana Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhakti Kencana, Bandung, Indonesia Author

Keywords:

Faktor ibu, IMT, Ketuban pecah dini, Paritas, Persalinan prematur

Abstract

Persalinan prematur merupakan salah satu penyebab utama tingginya angka kematian dan kesakitan neonatal. Di Indonesia, kejadian persalinan prematur masih menjadi masalah kesehatan maternal yang memerlukan perhatian khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor risiko ibu dengan kejadian persalinan prematur di RSUD Dr. Slamet Garut tahun 2024–2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional melalui metode cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 82 ibu bersalin prematur yang diperoleh dari data rekam medis RSUD Dr. Slamet Garut. Analisis dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara faktor risiko ibu meliputi usia (p=0,029), paritas (p=0,049), penyakit penyerta (p=0,018), status gizi/IMT (p=0,047), riwayat persalinan prematur sebelumnya (p=0,038), serta ketuban pecah dini (p=0,000) dengan kejadian persalinan prematur. Faktor dominan yang paling berpengaruh adalah ketuban pecah dini. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa faktor risiko maternal berperan penting dalam terjadinya persalinan prematur sehingga diperlukan deteksi dini dan pemantauan intensif pada ibu hamil berisiko tinggi.

Downloads

Published

2026-04-04