Efek Diet Ketogenik, Ketofasting, Serta Diet Tinggi Lemak–Tinggi Karbohidrat Terhadap Kadar Asam Urat, Kreatinin Serum, Dan Gambaran Histopatologi Ginjal Pada Tikus Jantan Galur Wistar

Authors

  • Yani Mulyani Magister Farmasi, Fakultas Farmasi , Universitas Bhakti Kencana, Jl Soekarno Hatta No 754, Bandung, Indonesia Author
  • Patonah Patonah Magister Farmasi, Fakultas Farmasi , Universitas Bhakti Kencana, Jl Soekarno Hatta No 754, Bandung, Indonesia Author
  • Mega Afifah Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi , Universitas Bhakti Kencana, Jl Soekarno Hatta No 754, Bandung, Indonesia Author

Keywords:

Pola diet, fungsi ginjal, tikus wistar

Abstract

Diet merupakan program pengaturan asupan makanan sesuai kebutuhan tubuh. Selama dua dekade terakhir, pedoman diet yang berkembang di masyarakat menekankan pembatasan asupan lemak. Namun, saat ini terjadi pergeseran paradigma menuju pola diet tinggi lemak, seperti diet ketogenik (KD) dan ketofastosis, yang direkomendasikan untuk menurunkan berat badan serta mencegah risiko penyakit metabolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh diet ketogenik, ketofastosis, dan diet tinggi lemak–tinggi karbohidrat (HFHC) terhadap fungsi ginjal pada model hewan tikus jantan galur Wistar. Sebanyak 28 ekor tikus dibagi ke dalam empat kelompok, yaitu kelompok normal yang menerima pakan standar, kelompok diet ketogenik, kelompok diet ketofastosis, dan kelompok diet HFHC. Perlakuan diet diberikan selama 30 hari. Parameter yang diamati meliputi kadar asam urat, kadar kreatinin serum, serta gambaran histologi ginjal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok diet ketofastosis memiliki kadar asam urat yang lebih tinggi secara signifikan (p<0,05) dibandingkan dengan kelompok normal. Sementara itu, kelompok diet ketogenik, ketofastosis, dan HFHC menunjukkan kadar kreatinin serum yang lebih tinggi dibandingkan kelompok normal, namun perbedaannya tidak signifikan (p>0,05). Pemeriksaan histologi ginjal menunjukkan adanya penyusutan glomerulus dan pelebaran ruang Bowman pada kelompok diet HFHC. Temuan ini menunjukkan bahwa berbagai pola diet tinggi lemak memberikan respons ginjal yang berbeda. Diet ketofastosis berpotensi memengaruhi metabolisme asam urat, sementara diet HFHC menunjukkan perubahan struktural ginjal yang lebih nyata. Oleh karena itu, evaluasi keamanan ginjal tetap diperlukan dalam penerapan diet tinggi lemak sebagai strategi pencegahan penyakit metabolik.

Downloads

Published

2026-04-04