Pengaruh Terapi Acupressur Pada Kecemasan Pasien Pre Operasi Dengan Anestesi Umum Di Rsud Provinsi Jawa Barat
Keywords:
Acupressure, Anestesi Umum, Kecemasan, Pre OperasiAbstract
Kecemasan preoperatif merupakan kondisi psikologis yang umum dialami pasien sebelum menjalani pembedahan, khususnya pada prosedur dengan anestesi umum. Kecemasan ini dapat berdampak negatif terhadap proses anestesi, pemulihan, hingga hasil pascaoperasi. Salah satu pendekatan non farmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan tingkat kecemasan adalah terapi akupressur, yaitu dengan cara melakukan penekanan pada titik-titik tubuh tertentu untuk merangsang sistem saraf parasimpatis sehingga menghasilkan efek relaksasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi akupresur terhadap tingkat kecemasan pasien preoperatif yang menjalani anestesi umum di RSUD Provinsi Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimen tipe one group pretest-posttest. Sebanyak 80 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan diberikan intervensi akupresur pada titik EX-HN3 (yintang) dan HT-7 (shenmen) selama 10–15 menit. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner APAIS sebelum dan sesudah intervensi. Hasil analisis dengan uji Paired Sample T-test menunjukkan penurunan rerata skor kecemasan dari 16,98 menjadi 14,70, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan secara statistik. Dengan demikian, terapi akupresur terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien preoperatif dengan anestesi umum, dan dapat dijadikan sebagai intervensi non farmakologis dalam pelayanan keperawatan perioperatif.

