Hubungan Kepuasan Diri Dengan Tingkat Kecanduan Game Online Pada Remaja Di Kota Bandung: Studi Korelational
Keywords:
Kepuasan Diri, Kecanduan Game Online, Remaja, Studi KorelasionalAbstract
Fenomena kecanduan bermain game semakin meningkat di kalangan remaja, yang berdampak negatif terhadap aspek psikologis dan sosial remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepuasan diri dengan tingkat kecanduan game pada usia remaja. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan rancangan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah Remaja di Kota Bandung yang duduk dibangku SMP yang bermain game online sebanyak 100 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner Internet Gaming Disorder Scale (IGDS) untuk mengukur tingkat kecanduan bermain game, dan instrumen Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) untuk mengukur kepuasan diri. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson untuk menguji hubungan antara variabel kepuasan diri dan kecanduan game. Hasil analisis statistik menunjukkan tingkat kecanduan game pada remaja termasuk kategori tinggi dengan skor rata-rata 78,4 (SD = 8,7), tingkat kepuasan diri berada pada level rendah dengan rata-rata skor 42,3 (SD = 7,9). Uji korelasi Pearson memperoleh nilai r = -0,654 (p < 0,01), yang menunjukkan hubungan yang signifikan antara kepuasan diri dan kecanduan game, semakin rendah kepuasan diri, semakin tinggi kecanduan game pada remaja. Hasil penelitan menganalisis bahwa kepuasan diri merupakan faktor psikologis penting yang mempengaruhi kecanduan bermain game. Remaja dengan kepuasan diri rendah cenderung menggunakan game online sebagai pelarian dan mencari pengakuan sosial yang tidak mereka dapatkan di lingkungan nyata. Penelitian ini mengarah pada pentingnya intervensi psikologis dan sosial yang dapat memperkuat kepuasan diri remaja guna mencegah kecanduan game dengan pendekatan edukatif dan klinis dalam menangani masalah

